Kamis, 14 November 2013

Kebudayaan Asing yang Mudah dan Sulit Diterima di Indonesia

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan


Menurut Raymond Williams budaya adalah:

  •  Mengacu pada perkembangan intelektual, spiritual, dan estesis dari seorang individu, sebuah   kelompok atau masyarakat;

  • Mencoba memetakan khazanah kegiatan intelektual dan artistik sekaligus produk-produk yang dihasilkan;

  • Menggambarkan keseluruhan cara hidup berkegiatan, keyakinan, dan adat istiadat sejumlah orang, kelompok, atau masyarakat. 

Kemajuan teknologi seperti adanya parabola, internet dan lain-lain membuat negara kita dapat mengenal negara luar, baik negara yang letaknya dekat Indonesia ataupun negara yang letaknya amat jauh dari Indonesia. Kita sebagai masyarakat Indonesia dapat mengetahui bagaimana kebudayaan-kebudayaan di negara-negara luar sana. Dan dengan begitu terdapat dampak positif dan negatif dari adanya hal tersebut. Karena masyarakat Indonesia masih terlalu lemah dalam hal memilah-milah kebudayaan asing, sehingga mayoritas masyarakat Indonesia seakan membiarkan atau melupakan ciri khas bangsa kita, yakni berbagai macam kebudayaan dari negeri kita sendiri. Mayoritas mengikuti kebudayaan-kebudayaan asing tersebut, sehingga kebudayaan-kebudayaan Indonesia sendiripun terlupakan, tetapi itu juga bukan berarti kebudayaan atau kesenian di negara ini lenyap begitu saja. Melainkan hanya perlu pelestarian agar generasi-generasi selanjutnya dapat mengenal dan mewariskan kekayaan kebudayaan di negara kita ini.


Dampak-dampak yang ditimbulkan dari masuknya kebudayaan asing ke Indonesia ialah :

  1. Terjadi perubahan kebudayaan

  2. Pembauran kebudayaan

  3. Modernisasi

  4. Keguncangan budaya

  5. Penetrasi budaya

  6. Memperkaya keberagaman budaya

  7. Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa


Kebudayaan-kebudayaan asing yang mudah diterima misalnya ialah :

  1. Kemajuan teknologi informasi. Dengan semakin canggihnya teknologi informasi kita dapat mencari tahu hal-hal apapun tentang dunia luar melalui internet. Dan bisa berkomunikasi dengan siapa saja dengan mudah, baik dengan orang satu negara bahkan dengan orang luar negeri. Dan juga dengan internet kita dapat mencari informasi-informasi tentang ilmu pengetahuan apapun. Selain penggunaan internet, penggunaan handphone dan komputer pun juga menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia, karena itu semua dapat mempermudah kita untuk mencari informasi, berkomunikasi dan dalam hal menyelesaikan pekerjaan.

  2. Kemajuan teknologi dalam bidang industri. Dengan semakin canggih teknologi tersebut kita dapat dengan mudah mengolah lahan-lahan yang sulit diolah dengan teknologi-teknologi yang sudah lama. Untuk itu teknologi dapat membantu kita untuk memudahkan dalam menyelesaikan persoalan alam, ekonomi dan lain-lain di negara ini.


Kebudayaan-kebudayaan asing yang sulit diterima antara lain :

  1. Kebiasaan memakan makanan cepat saji. Seperti yang kita ketahui bahwa negara-negara luar terutama negara-negara barat suka sekali mengonsumsi makanan-makanan cepat saji. Dan itu pula yang di tiru oleh masyarakat kita. Mungkin dengan hidangan yang lezat dan disajikan dalam waktu singkat, membuat kita untuk sering sekali mengonsumsinya. Padahal kita semua tahu bahwa makanan cepat saji juga mempunya dampak yang negatif untuk tubuh kita dalam jangka panjang nanti.Cara bergaul anak remaja yang bebas. Itulah yang sedang dialami remaja-remaja masa kini. Cara bergaul yang bebas seperti itu yang membawa pengaruh buruk untuk moral remaja saat ini. Cara berpakaian. Hal ini mempunyai dampak positif dan negatif. Positifnya kita semua dapat tampil modis seperti orang-orang di negara barat sana. Tetapi mempunyai dampak negatif yang bisa membuat fatal. Dengan memakai pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh atau pakaian-pakaian terbuka, itu dapat memacu adanya tindak kriminal, seperti perkosaan, penculikan, dan lain-lain. Selain memacu tindak kriminal, hal ini juga dapat merusak moral seseorang. Karena dapat menimbulkan perbuatan yang tidak di inginkan, seperti zinah.             

  2. Cara bergaul anak remaja yang bebas. Itulah yang sedang dialami remaja-remaja masa kini. Cara bergaul yang bebas seperti itu yang membawa pengaruh buruk untuk moral remaja saat ini.
  3. Cara berpakaian. Hal ini mempunyai dampak positif dan negatif. Positifnya kita semua dapat tampil modis seperti orang-orang di negara barat sana. Tetapi mempunyai dampak negatif yang bisa membuat fatal. Dengan memakai pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh atau pakaian-pakaian terbuka, itu dapat memacu adanya tindak kriminal, seperti perkosaan, penculikan, dan lain-lain. Selain memacu tindak kriminal, hal ini juga dapat merusak moral seseorang. Karena dapat menimbulkan perbuatan yang tidak di inginkan, seperti zinah.
  1.  Unsur-unsur asing yang diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan dan ideologi. Selain itu, unsur-unsur yang dipelajari pada tahap pertama proses sosialisasi misalnya, makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan yang sangat sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.

     

    Sumber :

    http://endahdolls.blogspot.com/2011/05/kebudayaan-yang-mudah-diterima-dan.html

    http://sindysetiawan24.blogspot.com/2012/11/pengaruh-kebudayaan-asing-bagi-indonesia.html

    https://jatsky.wordpress.com/2012/10/24/budaya-asing-yang-diterima-dan-sulit-tidak-diterima-di-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar