Rabu, 27 November 2013

Manusia dan Harapan


MANUSIA DAN HARAPAN

  1. PengertianHarapan
              Harapan atau asa adalah bentuk dasar dar ikepercayaan akan sesuatu yang diinginkanakan didapatkan atau suatu kejadian akan sebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya, harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, di batin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
               Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikirpositif" yang merupakan salah satu cara terapi/proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikirannegatif" atau "berpikirpesimis".

              Kalimatlain "harapanpalsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.
Setiap manusia pasti mempunyai harapannya masing-masing. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu dapat dikatakan mati dalam hidup karena harapan juga merupakan suatu acuan untuk melangkah ke depan .Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.Agar harapan terwujud, maka perlu usaha yang keras dan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa.Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

2.    SEBAB-SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN

Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
    Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawa analamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan olehTuhan.
    Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
    Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

3.   2. Dorongan Kebutuhan Hidup
    Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumny aadalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
   Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhanhidup, maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

4.    Harapan Sebagai Fenomena Nasional
     Artinya harapan ialah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimana pun berada, mengutip pandangan A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality, menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, serta emosi seseorang.
A.    Kebutuhan individu dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi ;
1)      Kebutuhan organik individu
a)    kebutuhan individu bernilai positive
b)    kebutuhan individu bernilai negative
 2)      Kebutuhan psikologi individu
a)    kebutuhanpsikologiindividubersifatpositif
5.   

        Nilai-NilaiBudayaSebagaiTolakUkurHarapan
Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi ;
1.      Nilai perjuangan dan semangat pengorbanan
yaitu, nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan, dll
2.      Nilai kerumah tanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam setiap keluarga
3.      Nilai kemandirian kaum wanita
yaitu, nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita

SUMBER :